Minggu, 06 September 2015

cara mudah membuat charger HP di sepeda motor





Description: Membuat Charger HP di Sepeda Motor

Hai sobat Phisic Education, bagaimana kabar anda sobat? baik-baik saja bukan, saya berharap keadaan sobat selalu sehat walafiat agar dapat selalu berkunjung ke blog ini. Langsung aja sobat kali ini ada tips berbagi ilmu pendidikan elektronika mengenai charger Handphone, Charger handphone yang kita kenal selama ini fungsinya yaitu mengecas atau memberi energi pada Handphone yaitu melalui listrik rumah-rumah, nah bagaimana bila kita sedang berpergian jauh dan khawatir ingin mengecas handphone ditoko-toko, atau tempat" umum lainnya? anda cemas takun Hilang bukan !!! ada baiknya sobat bisa mencoba tips 1 ini, memanfaatkan bahan-bahan charger bekas yang sudah rusak dan tidak terpakai lagi.

Membuat Charger HP di Sepeda Motor, arus yang keluar dari aki sepeda motor tidak akan merusak Handphone anda, karena alat ini telah saya ujikan pada percobaan mata kuliah Elektronika dan pernyataan diatas telah diakui oleh dosen Elektronika saya, bahwa alat ini aman dan layak digunakan sebagai alternatif baru dalam pengecasan handphone. Saya pun juga memakai alat ini saat hendak Touring keluar kota... jadi saya tidak cemas lagi akan Drop baterai.
Keuntungan:
  1. Memudahkan kita saat bepergian jauh, yang suka touring contohnya jadi tinggal cas Handphone pada sepeda motor, jadi anda tidak akan cemas takut kehilangan saat kita tinggal pergi beristirahat/makan.
  2. Memudahkan kita saat terdesak, misal mati lampu pada rumah kita jadi kita bisa memanfaatkan aki sepeda motor kita sebagai tenaga listriknya untuk mengecas handphone.
  3. Harganya murah cukup dengan uang Rp 10.000  (10Ribu) saja sobat bisa membuat alat seperti dibawah ini.
  4. Bila ingin memperbagus kemasan atau pasang box, pastinya biaya bertambah lagi sobat.
  5. Bila ingin menjadikan alat ini sebagai ladang usaha untuk kalian (saya dukung). silahkan kembangkan kemasan dan pemasaran karena harga yang terbandrol pada MOTOR PLUS cukup lumayan mahal dan anda akan memperoleh keuntungan yang besar, apalagi bila anda bisa menjualnya di tempat" terpencil. 
Nama komponen yang harus di beli:
  1. IC 7805                 1 buah
  2. Elco 470uf/50V      2 buah
  3. Resistor 1 k            1 buah
  4. Saklar                     1 buah
  5. Led                         1 buah                                   
  6. Charger hp bekas    1 buah
  7. Tambah capit buaya pada kutub + dan -



Rangkai lah alat seperti gambar di bawah ini:

Description: Membuat Charger HP di Sepeda Motor

atau seperti di bawah ini

Description: Membuat Charger HP di Sepeda Motor

Prinsip kerja:
Pada dasarnya tegangan pada aki (accu) adalah 12 Volt diturunkan tegangannya menggunakan IC 7805 (05) yang di maksud tersebut adalah penurun tegangan jadi dari 12 V menjadi 5 Volt. Kapasitas max penuh baterai handphone adalah 3,7 Volt, namun dengan kapasitas baterai handphone yang kecil tersebut, baterai dapat dicharger dengan tegangan output charger yang lebih besar, yaitu output 5 volt,  sehingga pengecasan pada hp sobat tetap tetap terjamin keamanannya.

Ic berfungsi sebagai penurun tegangan pada rangkaian ini

Elco berfungsi sebagai penyimpan arus DC/kapasitor polar
Saklar untuk menyambung dan memutus arus yang mengalir
Led sebagai penanda saja saat arus mengalir

Sekian dari saya tentang Membuat Charger HP di Sepeda Motor semoga bermanfaat bagi sobat.

Selasa, 10 Februari 2015

CARA KERJA MESIN AC MOBIL

Prinsip Dan Cara Kerja Mesin AC Mobil

AC Mobil


Sistem cara kerja AC mobil dan siklus kerja system AC adalah sbb :
Cara Kerja Mesin AC Mobil

a. Kompresor mengkompresikan gas/uap refrigerant yang bertemperatur tinggi serta bertekanan tinggi lantaran menyerap panas dari evaporatorditambah panas yang dihasilkan waktu langkah pengeluaran (discharge).

b. Gas refrigerant mengalir ke dalam kondensor, didalam kondensor gas refrigerant dikondensasikan jadi cairan atau berlangsung pergantian situasi yakni pengembunan refrigerant.

c. Cairan refrigerant mengalir ke dalam receiver untuk disaring pada cairan refrigerant dengan oli hingga evaporator membutuhkan refrigerant untuk diuapkan.

d. Katup ekspansi turunkan desakan serta temperatur/suhu cairan refrigerant yang bertekanan serta bertemperatur tinggi jadi rendah.

e. Gas refrigerant yang dingin serta berembun ini mengalir ke dalam evaporator. Refrigerantmenguap serta menyerap panas dari angin luar atau berlangsung pengkabutan angin hingga suhu diluar bakal dingin.

Siklus Kompresi Uap System AC
Prinsip Dan Cara Kerja Mesin AC Mobil

Siklus Kompresi Uap System AC

· 1 – 2 Cairan refrigeran dalam evaporator menyerap panas dari sekitarnya, umumnya angin, air atau cairan sistem lain. Sepanjang sistem ini cairan mengubah memiliki bentuk dari cair jadi gas, serta pada keluaran evaporator gas ini di beri pemanasan berlebihan/superheated gas.

· 2 – 3 Uap yang di beri panas berlebihan masuk menuju kompresor di mana desakannya dinaikkan. Maka menyebabkan Suhu akan meningkat, karena sisi daya yang menuju sistem kompresi dipindahkan ke refrigeran.

· 3 – 4 Superheated gas bertekanan tinggi melalui dari kompresor menuju kondensor. Sisi awal sistem refrigerasi turunkan panas superheated gas sebelum saat gas ini dikembalikan jadi wujud cairan. Refrigerasi untuk sistem ini umumnya dicapai dengan memakai angin atau air. Penurunan suhu selanjutnya berlangsung pada pekerjaan pipa serta penerima cairan, hingga cairan refrigeran didinginkan ke tingkat lebih rendah saat cairan ini menuju alat ekspansi.

· 4 - 1 Cairan yang telah didinginkan serta bertekanan tinggi melintas lewat peralatan ekspansi, yang mana bakal kurangi desakan serta mengatur aliran menuju kondensor mesti dapat buang panas paduan yang masuk evaporator serta kondensor.

CARA KERJA AC MOBIL

Sistem Cara Kerja Mesin AC Mobil

Waktu berupaya mencari artikel untuk menaikkan koleksi serta mutu situs (blog) ini, saya temukan artikel yang cukup komplit untuk menuturkan langkah cara kerja Ac mobil dari sini, ini cuma beberapa untuk menghormati penulis yang sesungguhnya.

Langkah kerja ac mobil dibagi jadi tiga keadaan yakni :


Pada waktu ac mati

Pada waktu ac mobil baru dihidupkan dan

Pada waktu ac mobil telah lama hidup serta ruangan suhunya telah rendah

1. Waktu ac mobil mati

Pada waktu ini seluruhnya gas freon yang ada dalam system ac memiliki suhu serta desakan yang sama yakni desakan ada dikisaran 120 - 150 psi

2. Waktu ac mobil baru dinyalakan

gas freon ac mobil dipompa kompresor untuk dialirkan kesemua system serta dikabutkan oleh expansi valve ke evaporator jadi uap dingin yang lalu ditiup oleh angin blower ke semua kabin. pada step ini beban pendinginan pada ruangan tetap besar maka lubang pada expansivalve (D) membesar serta pengabutannya juga semakin banyak hingga pendinginan ruangan bakal lebih cepat terwujud.

3. Pada waktu ac telah lama nyala serta ruangan suhunya telah rendah

gas freon dipompa kompresor untuk dialirkan kesemua sistem serta dikabutkan oleh expansi valve ke evaporator jadi uap dingin yang lalu ditiup oleh angin blower ke semua kabin. pada step ini beban pendinginan pada ruangan telah terwujud maka lubang pada expansivalve mengecil serta pengabutannya juga lebih sedikit. waktu kedinginan telah meraih derajat spesifik kompresor bakal berhenti bekerja serta kemuadian bakal nyala kembali untuk mengawali sistem pendinginan

Demikian penjelasan singkat tentang cara kerja ac mobil, semoga mudah di pahami dan bermanfaat.

transmisi

Seringnya terjadi kemacetan di kota-kota besar di Indonesia, mendorong masyarakat beralih ke mobil yang menggunakan transmisi otomatis. Kecendrungan penggunaan mobil transmisi otomatis, setiap tahun mengalami peningkatan. Khusus pada mobil mewah, sebagian besar telah menggunakan transmisi otomatis. Lalu seperti apa cara kerja transmisi otomatis mobil?

Tujuan dari Transmisi Mobil

Sama dengan tujuan dari mobil transmisi manual, transmisi otomatis juga bertujuan memberikan pengemudi berbagai macam jenis kecepatan yang diinginkan, karena adanya rentang tenaga dan rentang putaran mesin, yang terbatas dari mesin mobil.
Tanpa adanya gigi transmisi, maka kecepatan mobil akan dibatasi oleh satu rasio gigi. Hal ini akan membuat pengemudi kesusahan, untuk mendapatkan kecepatan mobil yang diinginkan.
Sebagai contoh, pada saat anda mengendari mobil dengan transmisi manual dan hanya menggunakan gigi 2. Akselerasi mobil akan berkurang, setelah mobil mencapai batas dari putaran mesin (jarum pada RPM sudah di garis merah), mobil akan susah untuk menambah kecepatan.
Dengan adanya gigi transmisi pada mobil, pengemudi mobil transmisi manual dapat memindahkan gigi transmisi, yang memiliki rasio gigi berbeda-beda, memudahkan pengemudi mendapatkan kecepatan yang diinginkan, tanpa melebihi dari kemampuan putaran mesin. Disaat anda mengemudikan mobil transmisi otomatis, terlihat perbedaan signifikan dengan mobil transmisi manual. Tidak ada pedal kopling dan tidak ada tuas perpindahan gigi transmisi pada mobil transmisi otomatis.

Perbedaan AT Dengan CVT Pada Mobil Transmisi Otomatis

Banyak orang yang belum dapat membedakan antara perbedaan mobil transmisi AT dengan transmisi CVT. Walaupun kedua sistem AT dan CVT pada mobil transmisi otomatis, memiliki tujuan yang sama. Membebaskan pengemudi dalam mengendalikan kopling dan perseneling transmisi. Antara AT dengan CVT, kedua sistem ini memiliki konsep dan cara kerja yang berbeda. Tentunya antara sistem AT dengan CVT, memiliki keungulan dan kekurangan masing-masing. Mari kita simak perbedaannya di bawah ini!

Mobil Transmisi Otomatis CVT (Continuously Variable Transmission)

Mobil dengan transmisi otomatis CVT, menggunakan perangkat puli dan sabuk baja sebagai komponen utama pengggerak transmisi. Mobil dengan transmisi CVT dapat melakukan perubahan gigi rasio menyesuaikan dengan putaran mesin.
Hal ini membuat mobil yang menggunakan transmisi otomatis CVT, perpindahan gigi sangat halus dan terkadang tidak terasa oleh pengemudi. Selain itu, hentakan saat perpindahan gigi juga sangat kecil. Kelebihan lain dari mobil transmisi otomatis menggunakan CVT, pengemudi tidak memerlukan RPM tinggi, untuk mendapatkan tenaga besar, tentunya dengan pemakaian normal seperti di dalam kota. Dengan RPM mobil yang jarang tinggi, membuat mobil dengan transmisi CVT lebih irit bahan bakar, dibandingkan dengan mobil transmisi otomatis AT.
Sebagai contoh, mobil dengan transmisi CVT yang ada di Indonesia seperti, Honda Mobilio, Toyota Prius Hybrid dan All New Camry. Sebagian besar mobil Hybrid, telah menggunakan transmisi CVT, karena lebih halus dan irit bahan bakar.
Pada mobil Hybrid, akselerasi yang kurang responsif tidak terjadi, berbeda dengan mobil non Hybrid yang menggunakan transmisi CVT. Karena pada mobil Hybrid, juga menggunakan motor elektrik bertenaga baterai, membantu mobil dalam berakselerasi. Salah satu mobil Hybrid terbaik di Indonesia saat ini dengan transmisi otomatis CVT adalah Toyota Camry Hybrid.
Lihat disini, Camry mobil Hybrid terbaik Indonesia.
Lalu seperti apa rasanya mengendari mobil dengan transmisi otomatis CVT, jika anda pernah mengendari sepeda motor matik jenis Honda Vario atau Yamaha Xeon GT 125, seperti inilah rasanya. Tapi pada mobil transmisi CVT, memiliki sistem yang lebih komplex dibandingkan dengan sepeda motor.

Mobil Transmisi Otomatis AT

Pada mobil dengan transmisi otomatis AT (Automatic Transmission) terdapat 3 komponen utama yang menggerakkan:
  1. Torque Converters
  2. Planetary Gear Set
  3. Hydraulic Control Unit
Torque Converters Mobil Transmisi Otomatis
Pengubah torsi (Torque Converters) terdapat pada mobil transmisi AT, sedangkan pada mobil transmisi manual terdapat kopling. Antara kedua alat ini, memiliki tujuan yang sama dengan cara kerja yang berbeda. Lihat disini, simulasi cara kerja Torque Converters (bahasa inggris).
Planetary Gear Set
Perbedaan utama antara transmisi manual dan transmisi otomatis, pada transmisi manual perpindahan gigi dilakukan oleh pengemudi dan pada transmisi otomatis, perpidahan gigi dilakukan oleh seperangkat gigi yang menghasilkan rasio gigi  yang berbeda-beda. Nama dari seperangkat gigi ini adalah planetary gear set, lihat disini simulasi planetary gear (bahasa inggris).
Hydraulic Control Unit
Fungsi dari Hydraulic Control Unit adalah mengkontrol kopling, pada mobil transmisi manual kopling di kontrol oleh pengemudi, sedangkan pada mobil transmisi otomatis AT, dikontrol oleh Hydraulic Control Unit.
Baca Disini, Honda Mobilio VS Avanza.

Kesimpulan Perbedaan AT Dengan CVT

Ketika anda ingin mendahului mobil lain, pada transmisi CVT tarikan lebih terasa halus, sebab tidak ada hentakan akibat perpindahan transmisi. Ketika pedal gas anda angkat setelah melakukan akselerasi untuk menyalip, anda tidak perlu mengerem terlalu banyak. Hal ini karena ada engine brake (pengereman dengan mesin), sedangkan kalau ditransmisi otomatis AT, engine brake tidak sebagus CVT dan kecendrungan sedikit nyelonong.
Jika anda melewati jalanan turunan, pada transmisi CVT, pengereman akan dibantu oleh engine brake dan transmisi juga berpindah secara otomatis untuk membantu pengereman. Sedangkan pada transmisi otomatis AT akan cendrung nyelonong.
Selain itu perpindahan gigi yang halus, membuat mobil CVT dalam perpindahan gigi sedikit mengalami penurunan RPM mesin. Tentunya hal ini membuat transmisi CVT lebih irit bahan bakar, dibandingkan dengan transmisi AT.
Tetapi ada juga kekurangannya, mobil dengan transmisi CVT cendrung kurang responsif dalam akselerasi dibandingkan dengan mobil transmisi otomatis AT. Selain itu, pengantian oli transmisi pada mobil dengan transmisi CVT, tidak boleh sembarangan, anda harus mengikuti standar oli rekomendasi dari dealer resmi.

Sabtu, 07 Februari 2015

PRINSIP KERJA EFI

[FI] Lebih Rinci Tentang Prinsip Kerja Sistem EFI (Electronic Fuel Injection) pada Motor




00 judul efi2
Assalamu’alaikum wR wB
Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.
Semakin menguatnya isu mengenai peningkatan kualitas  lingkungan hidup, disertai dengan penetapan standar euro 3 (bahkan sampai 4 dan 5 untuk eropa) bagi kenadaraan bermotor, menjadikan sistem injeksi pilihan utama dalam proses pengabutan dan pensuplaian bbm. Selain lebih efisien daripada sistem karbu, sistem injeksi juga terkenal lebih rumit dan sulit difahami prinsip kerjanya. Sistem EFI (electronic fuel injection) diciptakan dengan tujuan utamanya adalah menghasilkan pembakaran yang tuntas/efisien, yang mana bensin (bbm) yang dikeluarkan sebanding dengan udara yang dihisap silinder. Pertanyaan yang paling mendasar terkait dengan penerapan sistem injeksi ini adalah :
“Bagaimana bisa injektor menyemprotkan bbm dengan takaran yang pas, sesuai dengan udara yang masuk?”
Nah, pada artikel inilah akan kita bicarakan bagaimana sistem EFI melakukannya, ….
Mari perhatikan gambar diagranm sistem EFI berikut ini
00 efi
Pada gambar di atas menunjukkan sistem pengabutan fuel infection elektronik “sederhana”, yang mana melibatkan banyak komponen, diantaranya :
  1. Sensor2 yang ditempatkan pada throttle body (TB), yaitu  (a) IAP (intake air pressure sensor) yang berfungsi mengukur tekanan udara yang masuk, (b) IAT (intake air temperature sensor) yang berfungsi mengukur suhu udara yang masuk, (c) TPS (throttle position sensor) yang berfungsi mengukur derajat bukaan klep kupu2 pada TB
  2. Throttle body (TB) adalah pintu masuk nya udara dari luar menuju silinder. Pada saat udara mengalir melalui TB, kondisinya diukur oleh IAT dan IAP. Sedangkan besarnya volume yang mengalir ditentukan oleh besarnya sudut TPS.
  3. Bypass valve adalah klep/katup yang mengatur jumlah volume udara yang masuk saat kondisi idle/stasioner
  4. Fuel filter + fuel pump adalah pompa bensin yang bertugas menjaga tekanan bensin sesuai dengan yang ditentukan.
  5. ECU (engine control unit), suatu perangkat elektronik yang mampu menghitung/memperkirakan masa udara yang masuk, menentukan masa bensin yang harus dikeluarkan, menentukan waktu pengapian, memberikan sinyal indikator/kerusakan dll. Intinya ECU adalah perangkat elektronik cerdas yang mampu mengolah beberapa masukan untuk memberikan keluaran/aksi/action yang tepat dalam rangka meningkatka kualitas pembakaran.
  6.  Injector adalah perangkat yang mampu menyemburkan bensin dalam bentuk kabut, dengan volume yang terukur,  sesuai sinyal yang diberikan ECU
  7. Fuel Cut sensor (atau mungkin sama dengan bank angle sensor/lean angle sensor) yantu sebuah sensor yang berisi pendulum yang berfungsi untuk mematikan ECU saat motor terjatuh (diam pada sudut kemiringan tertentu, sekitar 60 derajat, minimal selama 5 detik).
  8. Discharge pump adalah bagian dari injector yang berfungsi mengendalikan tekanan dalam injector, dengan cara mengalirkan sebagian bbm bertekanan kembali ke tangki
  9. Ignition coil, berfungsi meningkatkan tegangan pengapian yang diberikan ECU, dari 400V menjadi 20 kV, yang akan digunakan untuk memantik nyala api busi.
  10. Engine temperature sensor (ETS), sensor yang berguna untuk mengetahui suhu engine yang sangat berguna dalam mendukung fungsi engine management, jika dingin maka  ECU akan meng”ON”kan cuk otomatis.
  11. Crankshaft position sensor, ini adalah sensor yang paling utama dan fital, yang memberikan informasi sudut putaran crankshaft/engine, yang menentukan semua periode kerja dari ECU
  12. Oksigen sensor, adalah sensor yang mendeteksi kandungan o2 yang tersisa dari gas buang yang mengiformasikan kualitas pembakaran ke ECU. Jika O2 lebih banyak dari std maka pembakaran berlangsung pada kondisi campuran miskin, ECU harus memerintahkan injektor untuk menyemprotkan bbm lebih banyak lagi, begitu pula sebaliknya.
  13. Catalys/catalitic converter (bukan bagian dari sistem FI) berguna untuk menetralkan gas beracun dalam gas buang sebelum keluar ke alam bebas
  14. Fuel tank, tangki besin, biasanya desainnya spesifik untuk sistem injeksi, karena di dalamnya terdapat pompa bensin.
Itulah elemen2 yang mendukung sitem EFI baik secara langsung mupun tidak langsung. Sekarang mari kita bahas prinsip kerjanya:
1. Saat baru dinyalakan, biasanya mesin dalam kondisi dingin dan kondisi ini diketahui oleh ECU berdasarkan informasi dari Engine temperature sensor (ETS). ECU akan memerintahkan injector untuk menyemprotkan bensin lebih banyak, mirip dengan penggunaan choke saat menstarter engine di pagi hari. Putaran mesin meninggi dan semakin menurun seiring dengan kenaikan suhunya. ECU juga mengatur bukaan bypass valve untuk mengatur supplay udara pada saat pemanasan mesin dalam kondisi stasioner. Kira seperti ini sensor suhu mesin ETS
15 IAT sensor2
Posisinya biasanya di silider atau di head di jalur cairan pendingin (water cooled), dan tegangan (V) yang diinformasikan ke ECU
15 IAT sensor signal
Atau bisa berujuk tabel berikut
15 AIT volt table
Jadi ECU akan menerjemahkan tegangan tersebut sebagai besaran suhu, kemudian data suhu ini digunkan untuk mengeksekusi putasan bagi injektor dan bypass valve (ISC). Posisi bypass valve (ISC /idle switch control) seperti tampak pada gambar ini.
10 intake EFI
2. Pada saat normal, handle gas akan mentransfer gerakan tangan lewat kabel throttle (kabel gas), menjadi bukaan kupu2 (throttle valve). Bukaan ini disensor oleh TPS dan memberikan informasi mengenai derajat bukaan klep kupu2 kepada ECU. Bentuk TPS dapat diliihat dalam gambar berikut, bentuk dalamnya
12 throttle_switch
sedangkan bentuk luarnya seperti ini
16 TPS
Dan posisinya terletak di TB dengan poros yang terkoneksi dengan klep kupu2
16 TPS position
Dan sensor TPS ini akan mengirimkan sinyal ke ECU berupa tegangan seperti gambar berikut
16 tpsdata
Dan oleh ECU tegangan yang dikirimkan TPS ini akan diartikan sebagai banyaknya volume udara yang masuk, karena volume udara yang masuk ditentukan oleh luasnya area yang terbuka dikalikan dengan kecepatan aliran udara yang melalui TB. Pada salah satu gambar di atas telah terdapat penampakan dari TB, akan tetapi akan lebih jelas jika melihat gambar berikut.
12 Throttle-body cut
Setelah informasi banyaknya volume udara yang masuk diketahui, maka ECU akan menghitung seberapa besar bensin yang akan disemprotkan. Setelah dihitung dengan teliti dengan menggunakan faktor koreksi dari masukan sensor2 yang lain seperti IAT dan IAP (nanti akan dijelaskan dalam artikel yang berbeda), maka ECU akan mengirimkan sinyal ke injector untuk menyemprotkan bensin dalam ukuran tertentu yang sesuai dengan volume udara yang masuk agar diperoleh komposisi stoichiometric (AFR=14.7). Bentuk sinyalnya secara umum tampak pada gambar berikut.
07 injector duration
Jadi banyaknya bensin yang akan disemprotkan oleh injektor tergantung dari durasi sinyal mulai dari “ECU switches on ” sampai  “ECU switches off”, atau sepanjang panah waran merah dalam satuan mili detik (1/1000 detik). Sedangkan bentuk dari injektor secara umum adalah sebagai berikut.
07 injector2
Tegangan yang berasal dari ECU akan diumpankan ke bagian koil selenoid (selenoid coil no.9) yang bersama-sama dengan core spring (pegas pengembali no.4) menghasilkan gerakan core (poros) naik dan turun. Jika naik maka lubang di director (pengarah akan terbuka dan sebaliknya. Durasi bukaan ini dan tekanan bensin yang berasal dari fuel pump, akan menentukan banyaknya bensin yang disemprotkan.
Kemudian perhatikan grafik tadi (durasi injektor), di gambar tsb diinformasikan bahwa injektor bekerja setelah klep-in terbuka. Yang menjadi pertanyaan, ” Bagaimana ECU tahu kapan klep in terbuka?????”
Nantikan jawabannya dalam artikel berikutnya. Stay tune on motogokil.com.
Sementara sampai disini dulu artikelnya, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.